Menapak jejak akademik DFFS melalui forum internasional di Lyon Prancis

14 July 2023

Kerjasama Pemda Enrekang, Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) dan Institusi Pendidikan tinggi Belanda dari Van Hall Larenstein, University of Applied Sciences (VHL) dan Wageningen University and Research (WUR) dimulai sejak tahun 2018 dan hingga saat ini masih terus dilaksanakan untuk mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Enrekang. Kerjasama ini difokuskan pada desain dan pengembangan Sekolah Lapang Digital/Digital Farmer Field School (DFFS). DFFS adalah sebuah aplikasi yang diinstal ke tablet untuk digunakan sebagai media komunikasi bagi petugas penyuluh dan kelompok tani untuk saling berbagi informasi.  Hal ini merupakan inovasi yang dapat menjadi alternatif dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian terutama jika pertemuan tatap muka langsung tidak dapat dilakukan. Proses desain dan pengembangan DFFS dilakukan oleh tim transdisipliner dari OPD terkait dan UNIMEN dengan bimbingan teknis dari Research group for Communication, Participation & Social Ecological Learning (COPSEL), VHL dan Knowledge Technology and Information (KTI) WUR – Belanda.

Pengembangan DFFS merupakan salah satu inovasi dalam pelaksanaan komunikasi pedesaan yang pertama kali dikembangkan di Indonesia.  Oleh sebab itu proses desainnya dilaksanakan secara hati-hati dengan mempertimbangkan sumber daya dan kondisi daerah setempat. Tim desain memastikan bahwa seluruh prosessnya terdokumentasi dan terpublikasi dengan baik sebagai bahan pembelajaran untuk pengembangan selanjutnya baik dalam negeri maupun di luar negeri.  Sebagai bagian dari proses dokumentasi dan publikasi ini, Koordinator proyek DFFS Nurdahalia Lairing dari Pusat Study Communication, Social Ecological Learning and Sustainable Environment (CoSeLSe), Universitas Muhammadiyah Enrekang mendapat penghargaan penelitian sebuah study tentang DFFS yang dipresentasikan dalam konferensi internasional yang diselenggarakan oleh International Association of Media and Communication Researchers (IAMCR) di Lyon – Prancis pada tanggal 12 July 2023.  Moment ini juga ditayangkan melalui webinar dan live Facebook oleh CCComdev Asia. Konferensi IAMCR ini adalah sebuah ajang yang mempertemuan para akademisi dan praktisi dari seluruh dunia untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam hal Komunikasi dan Media.

Rektor UNIMEN Dr. Yunus Busa menilai bahwa prestasi tim DFFS Enrekang yang dipresentasikan dalam forum internasional ini telah meninggalkan jejak akademik mengenai lahirnya sebuah inovasi dalam komunikasi pedesaan yang akan meningkatkan kualitas layanan dan akses informasi bagi kelompok tani di kabupaten Enrekang.  Dalam pidatonya saat menerima penghargaan ini, Lia Lairing menyampaikan bahwa proses desain dan pengembangan DFFS yang mengadopsi pendekatan Living Lab; yakni suatu pendekatan yang menekankan pada kolaborasi lintas sektor dan akademisi untuk mengembangkan sebuah inovasi yang diujicobakan secara langsung kepada pengguna akhir (kelompok tani dan penyuluh). Melalui proses ini petani dapat berpartisipasi untuk memberikan masukan terhadap desain dan konten DFFS sesuai kebutuhan mereka. 

Bupati Enrekang Muslimin Bando menyampaikan selamat kepada tim DFFS Enrekang dan mengharapkan agar kerjasama lintas sektor DFFS terus diperkuat untuk melahirkan inovasi-inovasi yang dapat memberi manfaat bagi petani. 

Referensi dan Foto

Rural Communication Services Research Award | IAMCR

Digital Farmer Field School – Green education in the Netherlands (greeneducationinnl.org)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *